Baca Juga : Lomba Kampung Depokrejo Bersatu Dukung Keberhasilan Pembangunan
Kompas Lampung.com, Metro -
Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Metro
diterpa isu mendukung Jokowi pada Pilpres 2019. Pasalnya, pernyataan oknum yang mengatasnamakan Muhammadiyah tersebut tidak benar, atau berita Hoax dan pihaknya memberikan klarifikasi resmi, Saptu (13/4/2019).
Ketua Pemuda Muhammadiyah Metro Slamet Tedy Siswoyo mengatakan, ada beberapa hal yang membuktikan hal itu Hoax. Seperti, statemen tidak keluar dari Ketua Pemuda Muhammadiyah Metro, melainkan hanya oknum yang mengatasnamakan Pemuda Muhammadiyah Metro.
“Selain itu, mempedomani kepribadian Muhammadiyah, khittah, dan kebijakan pimpinan pusat dalam menghadapi tahun politik 2019. Untuk pilpres dan pileg, kami menjaga netralitas dari segala bentuk kampanye, kegiatan dukung mendukung, dan kegiatan politik praktis dalam kaitan Pemilu 2019.
Dalam hal ini, Pemuda Muhammadiyah Kota Metro tidak pernah membuat pernyataan dukungan politik terhadap salah satu calon presiden dan wakil presiden,” tegas Slamet dalam pernyataannya, Sabtu (13/4/2019).
Slamet juga meminta kepada pimpinan, anggota, dan simpatisan Pemuda Muhammadiyah Kota Metro untuk berlaku jujur, dengan tidak membawa dan menjual nama Muhammadiyah dan organisasi otonom Muhammadiyah dalam kegiatan dukung mendukung capres tertentu.
“Kami juga menegaskan, bahwa pemberitaan di media massa tentang Pemuda Muhammadiyah Metro Dukung Jokowi adalah sebuah berita bohong dan Hoax yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kami juga meminta kepada media massa yang memuat berita itu, untuk memuat klarifikasi resmi dari Pemuda Muhammadiyah Kota Metro.
Kami juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya yang berada di Kota Metro untuk menciptakan pemilu yang damai, bersih, dan bermartabat. Serta menyerukan kepada seluruh pengurus dan simpatisan Pemuda Muhammadiyah untuk memilih calon yang jujur dan cerdas serta membela kepentingan umat Islam,” tegasnya. (*)


Ketua Pemuda Muhammadiyah Metro, Slamet Tedy Siswoyo menunjukan klarifikasi resmi. 
1.jpg)
















