Polisi Harus Serius Proses Hukum Akun Sri Widodo Yang Ancam Akan Bedil Reporter TV

Sabtu, 29 Feb 2020 | 12:20:17 WIB, Dilihat 1197 Kali

Oleh Redaksi Kompas Lampung

Share on Facebook Share on Twitter

Polisi Harus Serius Proses Hukum Akun Sri Widodo Yang Ancam Akan Bedil Reporter TV

Baca Juga : Konferensi Pers Hasil Operasi Cempaka Krakatau 2020 Yang Digelar Polres Tulang Bawang


Tulang Bawang Barat, Kompas Lampung.Com- Ketua Forum Wartawan Media Harian Tubaba Bersatu (FW-MTB) Kabupaten Tulangbawang Barat, Ari Irawan menyayangkan komentar akun Facebook atas nama Sri Widodo yang diduga sebagai akun milik salah seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Tumijajar Kabupaten Tulang bawang barat (Tubaba) yang mengancam mem-bedil (menembak) Budiman salah seorang reporter TV streaming.

"Pemilik akun Facebook atas nama Sri Widodo harus diproses secara hukum, komentarnya telah melecehkan profesi wartawan, itu bentuk ancaman terhadap profesi wartawan, komentar tersebut sangat berbahaya," ungkap Irawan, sabtu (29/2/2020).

Irawan juga menegaskan, polisi juga harus pro aktif untuk melindungi dan memberi masukan terhadap profesi wartawan. "Atas komentar akun Facebook Sri Widodo ini, polisi harus serius mengungkap siapa pemilik Akunnya, dan menegakkan hukum sesuai dengan undang-undang sehingga kami wartawan dapat melaksanakan tugas di Kabupaten Tubaba ini dengan aman, tegasnya.

Menurut Irawan, Kepolisian Polres Tubaba diminta tidak main-main dalam menangani persoalan yang menyangkut keselamatan profesi jurnalistik, khususnya yang bertugas di Kabupaten Tubaba ini hubungan mitra kerja dengan Polres Tubaba cukup baik. Sudah, semestinya kami wartawan menjalankan tugas tidak akan ada rasa takut karena ancaman seperti yang dilontarkan oleh akun Sri Widodo tersebut," ujarnya.

"Dalam kasus ini, jika pihak SMK Muhammadiyah Tumijajar keberatan dengan pemberitaan, tidak perlu mengancam di media sosial, tetapi pihak sekolahan juga memiliki hak-hak terkait pemberitaan, hak jawab, hak klarifikasi dan hak-hak lainnya. Sekali lagi saya meminta agar kasus ini direspon cepat oleh Polres Tubaba," pungkas Irawan.

Selain persoalan ancaman terhadap profesi wartawan, Irawan juga meminta agar Pemerintah memperhatikan persoalan pungutan biaya sekolah di Kabupaten Tubaba. Sebab, pungutan yang berkedok sumbangan ini kerap menjadi kendala bagi warga yang tidak mampu sehingga di Tubaba banyak terjadi anak yang terpaksa putus sekolah atau orang tua mereka berhutang ke rentenir untuk biaya sekolah.

Diketahui akun Facebook Budiman Reporter TV Streaming men-share berita terkait dugaan Pungutan Liar (Pungli) yang terjadi di SMK Muhammadiyah Tumijajar, dalam komentar terakhirnya Akun Sri Widodo berujar. "Haaa hati2 sampean dibedil nanti," ancam akun tersebut. (*)



 Konferensi Pers Hasil Operasi Cempaka Krakatau 2020 Yang Digelar Polres Tulang Bawang
  • Konferensi Pers Hasil Operasi Cempaka Krakatau 2020 Yang Digelar Polres Tulang Bawang

    Jumat, | 21:52:45 | 1080 Kali


  • Polres Metro Berbagi Nasi Bungkus Kepada Para Kaum Duafah
  • Polres Metro Berbagi Nasi Bungkus Kepada Para Kaum Duafah

    Jumat, | 21:34:58 | 1097 Kali


  • Masyarakat Desa Sidang Muara Jaya Kab Mesuji Bergotong Royong Perbaiki Jembatan Gantung
  • Masyarakat Desa Sidang Muara Jaya Kab Mesuji Bergotong Royong Perbaiki Jembatan Gantung

    Jumat, | 10:08:14 | 1388 Kali


  • Dinas Pertanian Mesuji Mendorong Petani Mesuji Untuk Mengolah Lahan Ditanami Kacang Koro Pedang
  • Dinas Pertanian Mesuji Mendorong Petani Mesuji Untuk Mengolah Lahan Ditanami Kacang Koro Pedang

    Kamis, | 21:09:56 | 2124 Kali


  • Bupati Lampung Tengah  Loekman Djoyosoemarto Hadiri Pelantikan (ICMI) Lamteng
  • Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto Hadiri Pelantikan (ICMI) Lamteng

    Kamis, | 20:14:27 | 1125 Kali