Masyarakat Desa Purwosari Lestarikan Seni Kuda Lumping

Minggu, 29 Nov 2020 | 19:08:30 WIB, Dilihat 3239 Kali

Oleh Redaksi Kompas Lampung

Share on Facebook Share on Twitter

Masyarakat Desa Purwosari Lestarikan Seni Kuda Lumping

Baca Juga : Disporapar Kota Metro Meriahkan HUT RI Ke-75 Dengan Berbagai Aneka Lomba


Lampung Selatan, KompasLampung.Com - Mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di tengah tengah Masyarakat yang namanya Seni Kuda Lumping atau yang di kenal dengan sebutan Seni Jaranan.

Seni Jaranan yang awalnya di lahirkan oleh budaya jawa, awalnya seni tersebut hampir tidak lagi di kenal oleh Masyarakat Milenial yang di akibatkan munculnya berbagai macam seni yang datangnya dari barat, seakan-akan budaya tradisional akan mengalami gredasi atau kebangkrutan dalam berbudaya. Yang sehingga hampir Masyarakat tidak lagi dapat menjumpai adanya seni jaranan tersebut.

Dalam rangka untuk mengembangkan maupun meneruskan adanya seni Jaranan di tengah Masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap budaya Bangsa yang hampir punah itu. Ketut, salah satu Warga Desa Purwosari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan dengan bekerjasama Masyarakat setempat membentuk atau mendirikan sebuah grup seni Jaranan, yang di beri nama Margo Utomo.

Dengan adanya grup seni tersebut mendapat undangan pada di salah satu acara resepsi pesta perkawinan justru antusias Masyarakat sekitar akan keingintahuan,  dengan berduyun-duyun mulai dari anak-anak maupun orang dewasa, bahkan tidak ketinggalan pula ternyata para pengunjung pun banyak dari kalangan orang tua yang ingin menyaksikan atau menonton seni Jaranan tersebut.

"Selain antusias dari Warga setempat ternyata seni jaranan itupun sangat menarik perhatian dari kalangan Masyarakat luar Desa atau Kecamatan lain bahkan sampai dari Kabupaten atau Kota Metro, seperti halnya Zulkifli beserta nyonya, dan Katirin serta yang lain merupakan di antara warga Kota Metro, ternyata mereka juga masih tertarik bahkan tersanjung dengan adanya seni budaya Jaranan tersebut masih terpelihara dan di lestarikan oleh Masyarakat Desa, Purwosari di bawah asuhan Bp. Ketut," ucap Zul panggilan akrabnya.

Selanjutnya, menurut Ibu Ami salah satu Warga Lampung Timur tepatnya di bilangan Kecamatan Metro Kibang. Dalam penjelasannya ia sangat senang sekali dengan adanya budaya leluhur ini masih ada Masyarakat yang masih sudi melestarikannya, "karena dengan adanya kita menyayangi dan mencintai akan kebudayaan Indonesia, itu juga bagian dari rasa kepedulian di antara sesama, mengingat seni itu adalah indah dan mulia, dan seni itu juga bagian dari pemersatu. Maka untuk itu janganlah sampai seni apapun itu namanya hingga ternodai oleh segala perilaku, karena seni merupakan sebuah budaya yang suci oleh karena itu dengan adanya kita menjaga dan melestarikannya maka sama halnya kita menghormati dan menjunjung tinggi kehormatan Negeri sendiri," pungkasnya. (Bambang S)



Disporapar Kota Metro Meriahkan HUT RI Ke-75 Dengan Berbagai Aneka Lomba
  • Disporapar Kota Metro Meriahkan HUT RI Ke-75 Dengan Berbagai Aneka Lomba

    Selasa, | 19:29:34 | 2083 Kali


  • Warga Gruduk Cafe Karaoke Star One Yang Tetap Nekat Beroperasi Selama Bulan Ramadhan
  • Warga Gruduk Cafe Karaoke Star One Yang Tetap Nekat Beroperasi Selama Bulan Ramadhan

    Jumat, | 07:01:22 | 14984 Kali


  • Crutchlow Finis di Posisi 19 MotoGP Amerika Serikat Bangga Sekali
  • Crutchlow Finis di Posisi 19 MotoGP Amerika Serikat Bangga Sekali

    Minggu, | 10:47:48 | 3089 Kali


  • Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila
  • Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

    Selasa, | 20:07:52 | 12265 Kali


  • Film Dirilis, Dewi Lestari Deg-degan Menunggu
  • Film Dirilis, Dewi Lestari Deg-degan Menunggu

    Selasa, | 06:36:27 | 4915 Kali