Baca Juga : DPR Tolak Usulan Pemerintah Menaikan Iuran Premi BPJS Kesehatan Dua Kali Lipat
Way Kanan, Kompas Lampung.Com - Bupati H. Raden Adipati Surya, S.H.,M.M bersama unsur Kodim 0427/Wk dan Polres Way Kanan menghadiri Upacara Ngaben/Ngeroras Masal di Balai Adat Kampung Bali Sadhar Selatan Kecamatan Banjit Kabupaten setempat, Rabu (04/09/2019).
Saat menyampaikan sambutannya, Bupati Raden Adipati mengapresiasi dan menyambut baik semangat masyarakat Umat Hindu Kampung Bali Sadhar Selatan dalam melaksanakan Ngaben Masal yang memuat nilai-nilai religi yang sangat bermakna bagi kehidupan termasuk nilai kebersamaan dan kegotong-royongan.

“Melalui acara ini selain dapat mempererat silaturahmi baik antar sesama Umat Hindu maupun masyarakat dan Pemerintah, juga dapat sebagai ajang sumbang saran dan masukan dalam keberlangsungan pembangunan dan pelayanan kemassyarakatan di Kabupaten Way Kanan”, ujar Bupati Adipati yang juga berharap kegiatan tersebut dapat terus dipelihara dan dipertahankan sehingga dapat menambah khasanah kebudayaan dalam membangun daerah.
Way Kanan dihuni oleh masyarakat dari berbagai suku bangsa, masih lanjutnya pada acara yang juga dihadiri oleh kepala dan unsur Satuan Polisi Pamong Praja, Bagian Humas dan Protokol, Bagian Kesejahteraan Rakyat, Kecamatan Banjit dan masyarakat Kampung Bali Sadhar Selatan itu, tentunya memiliki adat istiadat dan Agama berbedan, namun hampir tidak pernah terjadi perselisihan. Dimana ketentraman yang tercipta tidak terlepas dari kerjasama yang baik antara Pemerintah Daerah dan Umat Beragama yang telah berperan memelihara dan menjaga toleransi serta memelihara persaatuan dan kesatuan antar sesama umat.
“Kebergaman dan pluralisme adalah anugerah dari Tuhan yang diberikan untuk Way Kanan dan Bangsa Indonesia yang harus dikelola dengan baik, dan memupuk sikap toleransi dalam Kebhinekaan yangn telah ada perlu terus ditingkatkan dan dilaksanakan untuk mencari titik persamaan bukan mencari perbedaan yang mengarah pada perpecahan. Untuk itu, rasa aman ditengah-tengah masyarakat adalah prasyarat bagi keberhasilan pelaksanaan pembangunan yang dapat terwujud bila sesama anggota masyarakat di Way Kanan senantiasa memiliki semangat persaatuan dan kesatuan serta hidup rukun berdampingan”, pungkas Bupati Adipati yang juga menegaskan bahwa perbedaan paham keagamaan adalah hak mutlak yang harus dihargai dan dihormati serta tidak dapat dipaksakan. (Fitria)




















