Baca Juga : Ketua Pewarta Foto Indonesia Lampung Kecam Peristiwa Penganiayaan Tiga Pewarta Dibangka Belitung
Metro. KompasLampung.com -
Polemik pengangkatan jabatan Dr. Kusbani S.Pd sebagai Pj sekretaris Daerah (sekda) Kota Metro oleh Wali Kota Bambang Iman Santoso pada Senin, 09 Maret 2026 kembali memantik kritik keras dari kalangan masyarakat.
Salah satunya ketua laskar Lampung Kota Metro Ahmad Ridwan secara tegas mengingatkan agar jabatan strategis sekda tidak dijadikan sekedar hadiah jabatan tanpa dasar kompetensi yang jelas.
Menurut Achmad Ridwan, penunjukan pejabat sementara memang merupakan hak prerogratif walikota, namun bahwa proses penentuan sekda definitif ke depan harus benar-benar bersih, profesional dan bebas dari kepentingan tersembunyi.
" Kalau Pj sekda hari ini dilantik, itu sah-sah saja, itu hak prerogatif walikota. Tapi ketika bicara sekda definitif kami meminta tim seleksi bekerja murni jangan ada permainan di dalamnya, pilih yang berlatar belakang prestasi yang gemilang," tegas Ketua laskar Lampung yang biasa dipanggil Iwan Munir.
Dalam pernyataan yang disampaikan di hadapan jajaran pengurus DPC laskar Lampung Kota Metro dalam acara buka puasa bersama anggota Laskar Lampung di kediamannya yang juga sebagai kantor sekertariat DPC Laskar Lampung Kota Metro, Senin (09/03) Ia menilai jabatan sekda merupakan posisi paling strategis dalam roda pemerintahan daerah. Karena itu figur yang terpilih nantinya harus benar-benar memiliki kapasitas dan integritas tinggi bukan sekedar figur kompromi politik.
Iwan Munir menegaskan, ada beberapa kriteria mutlak yang harus dimiliki calon sekda Kota Metro diantaranya memahami karakter dan kultur masyarakat Metro, menguasai ilmu pemerintahan secara matang serta memiliki kemampuan kuat dalam mengelola strategi tata kelola keuangan daerah.
" Sekda itu bukan jabatan simbolik, harus paham karakter masyarakat kota metro, mumpuni dalam ilmu pemerintahan dan ahli dalam strategi pengelolaan keuangan daerah," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama Iwan Munir juga melontarkan kritik keras terhadap kemungkinan munculnya figur sekda yang hanya pandai berbicara namun minim kemampuan nyata dalam bekerja.
"Kami masyarakat Metro tidak mau punya sekda yang hanya pandai ngomong, temperamen tapi isinya nol besar. Jangan sampai jabatan sekda hanya dijadikan hadiah," tegasnya dengan nada keras.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses seleksi sekda definitif agar benar-benar melahirkan pemimpin birokrasi yang mampu memperbaiki tata kelola pemerintahan Kota Metro yang saat ini dinilai Tengah menghadapi berbagai persoalan serius.(Tim/**)

















