Kasus Bullying Siswa, Kepsek SMAN 4 Metro Tegaskan Tidak Ada Pembiaran

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:49:25 WIB, Dilihat 28 Kali

Oleh Koko

Share on Facebook Share on Twitter

Kasus Bullying Siswa, Kepsek SMAN 4 Metro Tegaskan Tidak Ada Pembiaran

Baca Juga : SPMB SMANDA METRO : KUOTA TERPENUHI


 

METRO- kompaslampung.com -

Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Metro menggelar konferensi pers pada Selasa (19/5/2026) 

siang guna meluruskan pemberitaan yang beredar di media massa terkait kasus perundungan (bullying) yang melibatkan siswanya. Dalam keterangan resminya, pihak sekolah menegaskan telah mengambil langkah cepat, transparan, dan tidak melakukan pembiaran sama sekali sejak laporan pertama kali diterima.

 

Untuk kejelasan Kronologi Kepala SMA Negeri 4 Metro, Ni Made Noviani, mengatakan, Kasus ini melibatkan korban yang merupakan siswa kelas X dan pelaku siswa kelas XI. Berdasarkan hasil investigasi internal dan mediasi yang dilakukan oleh pihak sekolah, berikut adalah kronologi dan fakta yang sebenarnya:

 

Lebih lanjut, orang tua korban melaporkan dugaan perundungan kepada Kepala Sekolah melalui pesan WhatsApp. Respons cepat langsung diberikan melalui komunikasi telepon pada malam harinya. Dirinya langsung berkoordinasi dengan tim internal untuk menggali informasi awal.

 

” Atas permintaan orang tua korban, pertemuan dijadwalkan pada Senin, 18 Mei 2026. Kamis, 14 Mei 2026: Pihak sekolah. Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, dan Wali Kelas bergerak memeriksa 15 siswa rekan sekelas korban serta menggali keterangan langsung dari korban. Koordinasi intensif terus berjalan secara maraton, melibatkan keluarga korban, dewan guru, serta wali kelas dari siswa yang diduga menjadi pelaku” Paparnya

 

Pihak Sekolah memfasilitasi pertemuan dan melakukan cross-check ulang antara orang tua korban,, saksi, serta orang tua pelaku. Dari mediasi tersebut, dicapai beberapa poin kesepakatan, Pihak pelaku dan keluarga mengakui perbuatan mereka dan menerima sanksi tegas sesuai Buku Tata Krama Sekolah, yaitu dikeluarkan dipindahkan dari SMAN 4 Metro.

Pemberian Hak Ujian: Untuk sementara waktu, pelaku tetap diizinkan mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) demi pemenuhan nilai rapor semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026.

 

Orang tua korban menyatakan akan tetap melanjutkan laporan ke pihak kepolisian sebagai bentuk edukasi dan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang. Langkah ini telah disetujui dan disepakati oleh orang tua pelaku.

 

” Saya memastikam Masing-masing pihak sudah saling memaafkan secara kekeluargaan dalam mediasi tersebut, namun proses pendisiplinan dan sanksi aturan sekolah tetap berjalan tegak,” tulis pihak sekolah dalam keterangan resminya, ” Jelas kepala. Sekolah

 

Sekolah juga megandeng LPAI Kota Metro untuk Pendampingan

Mengingat pihak korban maupun pelaku masih masuk dalam kategori anak di bawah umur, SMAN 4 Metro secara resmi telah berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kota Metro. LPAI menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan psikologis dan hukum bagi anak-anak yang terlibat sepanjang proses ini berjalan.

 

Kepala SMAN 4 Metro berharap masyarakat dan media mendapatkan informasi yang berimbang dan akurat. Pihak sekolah berkomitmen akan terus memantau dan mengawal hasil akhir dari kesepakatan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. (Red)



SPMB SMANDA METRO : KUOTA TERPENUHI
  • SPMB SMANDA METRO : KUOTA TERPENUHI

    Selasa, | 14:40:57 | 322 Kali


  • MOMEN HARU PELEPASAN SISWA-SISWI KELAS XII SMA NEGERI 4 METRO TAHUN 2025
  • MOMEN HARU PELEPASAN SISWA-SISWI KELAS XII SMA NEGERI 4 METRO TAHUN 2025

    Selasa, | 13:29:36 | 769 Kali


  • Metro Tuan Festival Pendidikan, Mentri Mu\
  • Metro Tuan Festival Pendidikan, Mentri Mu\'ti Beri Apresiasi Maksimal

    Sabtu, | 20:19:54 | 858 Kali


  • Hadiah Terindah Untuk Metro, Kuliah Gratis Bagi Seribu Anak Bangsa
  • Hadiah Terindah Untuk Metro, Kuliah Gratis Bagi Seribu Anak Bangsa

    Rabu, | 19:30:47 | 968 Kali


  • Tidak Paham Aturan,Suparwan  Menjabat Kepsek SMAN 1 Way Jepara Lam-Tim Patut dipertanyakan
  • Tidak Paham Aturan,Suparwan Menjabat Kepsek SMAN 1 Way Jepara Lam-Tim Patut dipertanyakan

    Rabu, | 10:24:54 | 5606 Kali