Baca Juga : Ketua Laskar Lampung Kota Metro soroti pelantikan Pj Sekda, Jabatan jangan dijadikan hadiah
Kompas Lampung.com . Metro--- warga sekitar Kecamatan Metro Utara Kota Metro Lampung geger dengan adanya penemuan sesosok mayat pria yang mengapung di saluran irigasi, kamis (12/03/26) sekira pukul 10.00 WIB.
Informasi yang dihimpun dari sumber di lapangan menyebutkan jasad pria itu pertama kali ditemukan warga yang sedang melintas di sekitar saluran irigasi. Sontak penemuan tersebut mengundang perhatian masyarakat sekitar yang berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian.
Penemuan itu kemudian segera dilaporkan kepada aparat setempat, yang tak lama berselang petugas kepolisian bersama warga langsung melakukan proses evakuasi jasad korban dari dalam saluran irigasi.
" Tadi itu ada warga pas lewat, melihat kaya tubuh mengapung kemudian didekati ternyata benar itu tubuh manusia," kata warga yang ikut menyaksikan saat ditemuin awak media.
Peristiwa tersebut sempat membuat suasana di lokasi menjadi ramai, banyak warga masyarakat sekitar yang penasaran ingin mengetahui identitas korban dan penyebab kematiannya.
Beberapa barang milik korban yang diamankan petugas diantaranya satu buah kalung logam berliontin batu yang dikenakan korban serta satu buah cincin karet.
Informasi dari pihak kepolisian, korban bernama Andi Setiawan (27) warga jalan 4 Ugi Kelurahan Ujung Gunung Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang dan keluarganya ada di daerah Trimurjo Lampung Tengah.
Hasil visum luar sementara yang dilakukan tim medis di RSUD Ahmad Yani Metro menunjukkan adanya luka pada bagian kepala, telinga kanan serta bibir kurban yang diduga akibat benturan.
Petugas menduga luka benturan tersebut kemungkinan terjadi saat tubuh korban terbentur dinding semen saluran irigasi akibat terbawa arus air yang cukup deras.
Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat tenggelam di saluran irigasi. Namun penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga korban diketahui sering mengalami halusinasi seperti orang yang sedang mengalami depresi. Warga korban juga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah.
Setelah proses administrasi selesai pihak keluarga kemudian membawa jenazah pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Tulang bawang untuk dimakamkan.
Peristiwa itu menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih hati-hati saat berada di sekitar saluran irigasi terutama pada pada saat musim hujan dan titik-titik yang memiliki arus air cukup deras serta berpotensi membahayakan.(Tim/**)
















