Napi Kasus Tindak Asusila Tewas Dengan Luka Lebam, Diduga Dianiaya Napi Lain

Kamis, 14 Jul 2022 | 17:57:06 WIB, Dilihat 872 Kali

Oleh Redaksi Kompas Lampung

Share on Facebook Share on Twitter

Napi Kasus Tindak Asusila Tewas Dengan Luka Lebam, Diduga Dianiaya Napi Lain

Baca Juga : Polsek Sekampung Udik Berhasil Amankan Seorang Pelaku Tindak Pidana Pengeroyokan


Bandar Lampung, KompasLampung.Com - Seorang narapidana (napi) anak atas nama RF (17) tewas di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Lapas IIA Bandar Lampung, di Masgar, Kabupaten Pesawaran. Korban meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit, saat dua bulan menjalni masa hukuman dari delapan bulan masa tahanan atas kasus tindakan asusila, Selasa (12/07/2022).

RS (57), ibunda korban, menuturkan, putranya tersebut baru menjalani hukuman sekitar satu bulan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas IIA Lampung, Masgar, Kabupaten Pesawaran. RF menerima vonis pada Juni 2022 dan mendapat hukuman selama delapan bulan penjara dari majelis hakim. Dugaan sementara RF tewas akibat kekerasan dengan sejumlah luka lebam di sekujur tubuhnya..

Keluarga korban mengetahui RF jatuh sakit sekitar dua pekan lalu. Namun sehari sebelum meninggal, kondisi korban justru kian parah dan tak bisa berjalan hingga Rio Febrian akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

YE mengatakan bahwa tim Polda Lampung dan Komnas Perlindungan Anak Bandar Lampung datang meminta keterangan atas kejadian itu.

“Meminta keterangan atas insiden itu. Kami cuma bisa berharap proses hukum yang adil,” ujarnya.

Menurut dia, kematian adiknya itu jelas akibat penganiayaan karena terdapat banyak luka lebam hingga luka sundutan rokok di kening RF.

“Saya harap polisi bisa membuktikan kebenaran itu dan pelaku dihukum berat,” ujarnya.

AS (34), kakak kandung korban, mengatakan, kondisi adiknya itu sudah dalam keadaan kritis saat keluarga datang ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Masgar di Kabupaten Pesawaran pada akhir pekan lalu.

“Kami datang kondisi adik kami sudah kritis, sudah enggak bisa bangun, enggak bisa ngomong,” kata AS usai pemakaman korban, Rabu (13/07/2022).

Saat menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Ahmad Yani, Kota Metro, korban diketahui mengalami sejumlah luka lebam.

“Ada luka lebam di tangan dan kaki, di wajah, punggung, dan beberapa titik lain,” kata AS.

AS menambahkan, pihak keluarga merasa kecewa dengan sikap LPKA yang seakan membiarkan terjadinya pemukulan terhadap adiknya itu.

“Kami baru dihubungi saat adik kami kritis,” kata AS yang berharap pihak terkait segera mengusut dugaan penganiayaan dan pemukulan yang menimpa adiknya itu.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Lampung Farid mengatakan, pihaknya masih mendalami dugaan pemukulan yang dikatakan keluarga korban.

“Kami masih dalami, nanti akan kita periksa,” kata Farid.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung menyelidiki penganiayaan terhadap RF (17), warga binaan Lapas Anak, hingga meninggal dunia. Penyelidikan dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Penyidik Polda juga mendatangi rumah duka di Kecamatan Langkapura, Bandar Lampung.

“Penganiayaan napi itu dalam penyelidikan,” kata Dirkrimum Polda Lampung, Kombes Reynold EP Hutagalung, Rabu (13/07/2022). (Rilis/HB)



Polsek Sekampung Udik Berhasil Amankan Seorang Pelaku Tindak Pidana Pengeroyokan
  • Polsek Sekampung Udik Berhasil Amankan Seorang Pelaku Tindak Pidana Pengeroyokan

    Kamis, | 17:33:33 | 1334 Kali


  • Tim Tekab 308 Polsek Batanghari Berhasil Bekuk Residivis Spesial Pembobol Rumah
  • Tim Tekab 308 Polsek Batanghari Berhasil Bekuk Residivis Spesial Pembobol Rumah

    Rabu, | 21:04:49 | 794 Kali


  • Kakek Cabul Dilaporkan ke Polres Metro Oleh Orang Tua Korban Pelecehan Anak Dibawah Umur
  • Kakek Cabul Dilaporkan ke Polres Metro Oleh Orang Tua Korban Pelecehan Anak Dibawah Umur

    Senin, | 22:14:07 | 1132 Kali


  • LAPOR PAK KAPOLDA SPBU 24.353.56 Pemangilan Diduga Kuras BBM Solar Hingga 25 Ton Dalam 1 Hari
  • LAPOR PAK KAPOLDA SPBU 24.353.56 Pemangilan Diduga Kuras BBM Solar Hingga 25 Ton Dalam 1 Hari

    Minggu, | 19:46:36 | 1554 Kali


  • Diduga Ada Upaya Kriminalisasi Pamong, Tim Advokasi Korban Menara Audiensi Ke Walikota Metro
  • Diduga Ada Upaya Kriminalisasi Pamong, Tim Advokasi Korban Menara Audiensi Ke Walikota Metro

    Sabtu, | 07:32:25 | 1387 Kali