Baca Juga : Bola Api Warnai Malam Tahun Baru Islam 1441 Hijriah
Tulang Bawang Barat, Kompas Lampung.Com - Masyarakat Kecamatan Gunung Terang meliputi Tiyuh Mulyo Jadi, Tiyuh Setia Bumi, dan Tiyuh Setia Agung pertanyakan proyek galian kabel yang diduga tidak memiliki ijin, Minggu (1/9/2019).
Berdasarkan pantauan media, proyek galian dan pemasangan kabel di sepanjang jalan poros Kecamatan Gunung Terang ini diduga tidak patuhi aturan, pasalnya galian dengan diameter pajang 1 meter dan lebar 1 meter dengan kedalaman 1 meter dan juga ada galian pajang 100 cm, lebar 50cm dengan kedalaman 100cm lebih tidak di beri rambu-rambu / tanda bahaya, karena hanya berjarak sekitar 50cm-100cm dari bibir jalan, dan sanggat membahayakan pengendara montor / mobil dan masyarakat sekitar.

Hal tersebut di benarkan Ibu Sarti, warga Tiyuh Setia Agung, dia tidak tahu itu galian apa dan untuk pemasangan kabel apa "Sempat saya tegur waktu melakukan penggalian di depan rumah saya, kata pekerjanya galian kabel telkom, katanya sih orang Daya Murni mas pekerjanya, ngontrak di dekat tugu situ, tapi udah satu minggu ini nggak kelihatan lagi setelah pemasangan kabel itu," jelasnya.
Hal senada juga Ibu Masiah warga Tiyuh Setia Bumi menjelaskan "Saya tidak tau sama sekali masalah galian itu, tau-tau datang gali, pasang kabel, setau saya dari atasan gitu aja bahkan udah disiapkan juga material pasir dan besi yang sudah di rakit berbentuk kotak dan batu 1/2 sprit, saya benar-benar nggak tau mas, karena saya orang tua cuma ke ladang deres karet," terangnya.
Hal tersebut juga dibenarkan Mulyadi, selaku Kepalo Tiyuh (Kepala Desa) Setia Bumi, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung. Ia menjelaskan "Itu harus dipertayakan, karena nggak ada pemberitahuan dan dateng ke kantor balai Tiyuh Setia Bumi, itu galian apa dan kabel apa yang di pasang, ijin aja gak mas." jelasnya.
Mulyadi juga berharap kepada dinas terkait dan kepada pekerja proyek "Itu proyek nya agar dipasang tanda bahaya (rambu-rambu), memasang papan nama kerja, dan ijin dulu ke tiyuh (desa) supaya tau kalau masyarakat tanya ke saya," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan pihak pekerja belum bisa di hubungi. (Agus)




















