Baca Juga : Di Duga TPK Dan Kades Margototo Bareng CV BCP Lakukan KKN
Lampung Timur, KompasLampung.Com - Dunia Pendidikan adalah atau merupakan suatu Dunia yang fundamental dan isensial bagi kelangsungan sebuah kehidupan, yang tentunya semua itu tidak luput dari sebuah adanya sebuah sarana seperti halnya sarana gedung sekolah dan sarana yang lainnya, akan tetapi semua itu yang tak kalah pentingnya harus di dukung adanya sebuah sarana jalan yang memadai sehingganya dalam hal itu dapat menunjang semua kegiatan sekolah itu sendiri.
Ironinya sejak di dirikannya Sekolah SMPN 1 Metro Kibang yang terletak di bilangan Desa Margototo Jalan Alternatif untuk masuk kelokasi sekolah sepanjang kurang lebih 100 m tepatnya samping Mapolsek Metro Kibang hingga sampai saat ini jalan tersebut tidak pernah mendapat perhatian dari Pemerintah Desa maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur. Sementara jalan tersebut merupakan jalan menjadi utama yang setiap kali dilewati.

Dengan adanya kondisi jalan yang selama ini sangat memprihatinkan (Tanah), lebih-lebih saat musim penghujan tersebut susah untuk di lewati bahkan tidak jarang Anak Didik yang mengalami kecelakaan yang di akibatkan karena jalan selain becek jalan tersebut sangat licin.
Sebagaimana yang di keluhkan oleh salah satu pihak sekolah setempat Riadi saat di temui oleh Awak Media ini 29 Agustus 2020. Bahwasannya benar adanya bilamana sudah musim penghujan tidak jarang Anak sekolah yang terluka akibat jatuh mengingat tempat penitipan atau parkir kendaraan mereka di tempat warga sekitar atau lingkungan sekolah.

"Harapan nya dengan adanya jalan seperti itu agar sekiranya pihak Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten sesegera mungkin untuk membangun jalan tersebut demi kelancaran dan kenyamanan bagi pengguna jalan terutama para siswa siswi SMP di sini," ungkapnya.
Selanjutnya, menurut warga sekitar yang tidak mau di sebut namanya, ia pun sangat menyayangkan sekali dengan pihak Desa mau pun Pemda yang tidak pernah perduli dan mau memperdulikan jalan yang kalau di pikir hanya secuil, "justru yang di pikirkan dan di dahulukan untuk membangun jalan yang ada lingkungan lain," imbuhnya. (Bambang S)




















