Baca Juga : PEMKOT Metro Hadiri Penutupan Lampung Fair 2019 di PKOR Way Halim
Kompas Lampung.com, Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais menegaskan PAN tidak akan membelot dari koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan pihaknya membantah kabar Partainya bakal bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin.
Amien menegaskan, PAN akan tetap berada di koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. “Itu omong kosong,” ujar Amien Rais di Seknas Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto No.93, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/5/2019).
Amien menjelaskan, pertemuan Zulkifli Hasan dengan Jokowi di Istana hanya membahas pelantikan Murad Ismail dan Barnabas Orno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku. "Jadi Pak Zul datang ke Istana itu sebagai Ketua MPR dan Ketua Umum DPP PAN, karena Murad Ismail itu kita dukung. Jadi masuk akal. Jadi tidak ada soal Jokowi tetek bengek, tidak ada, titik," kata Amien Rais.
Hal senada disampaikan Sekjen PAN Eddy Soeparno. Dia memastikan partainya akan tetap konsisten mendukung Prabowo-Sandi. PAN tak akan menyeberang ke kubu Jokowi-Ma'ruf.
"Pokoknya saya ulangi lagi dan ini merupakan pengulangan yang kesekian kalinya, bahwa PAN saat ini, kita tetap di barisan koalisi Indonesia Adil Makmur," jelasnya di media center PAN, Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (4/5/2019).
Bagaimanapun juga, lanjut Eddy, pihaknya memiliki kontrak politik saat pertama kali memutuskan mengusung pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 tersebut. Kontrak politik telah ditandatangani dan disampaikan ke KPU saat mendaftarkan Capres-Cawapres.
Sampai saat ini, kata dia, PAN masih konsisten dan memegang teguh komitmen yang tertuang dalam kontrak politik tersebut. Eddy menambahkan, pihaknya akan tetap di kubu 02 dan hingga pihaknya melakukan gugatan sengketa Pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan itu komitmen kami,” tegasnya. (*)
Editor : Purwadi


Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais saat di wawancarai. 

















