Baca Juga : Telah Hadir Angkringan Kedai Rest Area 41, Sajikan Kuliner Bintang Lima Harga Kaki Lima
Lampung Timur, KompasLampung.Com - Dilansir dari media trustmedia.id Kepala Desa Banarjoyo Heri diduga memonopoli dana pembangunan talud P3A didusun 4.
Keterangan yang kami dapat dari Sekretaris pembangunan talud, Miril, maupun Bendahara, Supardi pada selasa (04/10/2022) memberikan keterangan yang sama, bahwa mereka hanya dijadikan boneka oleh Kepala Desa Banarjoyo, Heri.
Seperti yang diungkapkan oleh Bendahara bahwa, “Betul saya ini katanya bendahara pembangunan talud tapi kalau saya tidak ikut kerja, saya ya nggak dapat bayaran, padahal yang bertanggung jawab dana pembangunan itu ya kami, ketua pembangunanya Waji, Sekertaris, Miril, bendahara saya sendiri Supardi. Itu semua hanya di atas kertas, padahal untuk pengambilan dana di Bank Lampung Sukadana ya saya sama ketua tapi setelah dana cair ya diambil Kepala Desa semua, apa itu bukan kami ini hanya dijadikan boneka,” ujar bendahara dengan bahasa Jawanya.
Perlu diketahui pembangunan talud yang ada di Dusun 4 Desa Banarjoyo itu P.74m x L.2m x T.80cm mendapat anggaran 70 juta sekian, menurut keterangan dari bendahara pembangunan talud itu hanya menghabiskan dana kurang lebih 40-50jt. Untuk sisanya mereka pun tidak tahu.
Setelah team media ini mengorek keterangan dari bendahara, kami meluncur ke Kantor Desa Banarjoyo untuk konfirmasi terkait dengan pembangunan talud di dusun 4. Ternyata di kantor desa tersebut Kepala Desa pun tidak ada di kantornya, serta satupun pamong tidak ada juga di kantor, bagaimana mau menjadi pelayan masyarakat yang baik padahal baru pukul 09.30 WIB.
Terkait dengan kosongnya kantor desa lalu team menuju kantor Camat disitu pun kami tidak bertemu dengan Ibu Camat, menurut keterangan dari anggota satpol PP yang team temui, bahwa Ibu camat sedang berada di Kabupaten.
"Bu Camat sedang ke Kabupaten ada urusan," kata anggota Pol PP yg tidak mau disebut jati dirinya. (Rilis/RA)




















