Tepis Isu Miring, Gus Hamid Berikan Klarifikasi Terkait Program Belajar di Pondoknya

Kamis, 10 Nov 2022 | 20:22:02 WIB, Dilihat 1015 Kali

Oleh Redaksi Kompas Lampung

Share on Facebook Share on Twitter

Tepis Isu Miring, Gus Hamid Berikan Klarifikasi Terkait Program Belajar di Pondoknya

Baca Juga : Bupati Lampung Timur Hadiri Acara Syukuran Atas Diraihnya Juara Umum Pocil Tingkat Propinsi Lampung


Kota Metro, KompasLampung.Com - Terkait adanya dugaan mahasiswa beasiswa KIP-K keluhkan belajar di pondok pesantren itu disinyalir ada oknum mahasiswa yang ingin memecah belah antara mahasiswa atau ada tujuan politik lain. Program KIP-K (Kartu Indonesia Pintar Kuliah) yang ada di Institut Agama Islam Negri (IAIN) Kota Metro tersebut sudah sesuai dengan peraturan Direktorat Jendral Pendidikan Islam (Dirjen Pendis).

Kepada Kompas Lampung, Robi mahasiswa peserta program mondok tersebut menjelaskan bahwa secara aturan sudah jelas bagi mahasiswa yang mendapatkan program beasiswa KIP-K wajib mengikuti program Ma'had Al-jami'ah atau wajib belajar di pondok pesantren selama setahun.

"Untuk biayanya pun sudah diatur dalam Dirjen Pendis tersebut yaitu sebesar Rp 700.000,- (tujuh ratus ribu rupiah). Dan ketika ada biaya lain yaitu hanya Rp 150.000,- (seratus lima puluh ribu) ketika awal masuk saja, itupun buat biaya pembelian kitab yang jumlahnya ada 7 tujuh kitab, dan tidak ada biaya lain selain biaya tersebut di atas, dan mahasiswa yang memperoleh program beasiswa KIP-K tersebut tidak merasa keberatan ataupun ada tekanan oleh pihak manapun, karna ketika dipondok inilah kita bisa memperdalam ilmu agama dan hukum-hukum agama, yang sebelumnya belum sepenuhnya kita dapatkan," ungkap Robi selaku mahasiswa IAIN METRO yang telah menerima program beasiswa KIP-K di Pondok Pesantren Mambaul Huda, Kamis (10/11/2022).

Kemudian awak media Kompas Lampung mengkonfirmasi ke Gus Hamid selaku pimpinan Pondok Pesantren Mambaul Huda, beliau membenarkan bahwasannya mahasiswa yang mengikuti program KIP-K di pondok pesantrennya tersebut merasa sangat senang dan tidak ada unsur keterpaksaan. Hal itu terbukti ketika proses belajar mengajar para mahasiswa tidak ada yg membolos atau tidak hadir dalam proses belajar mengajar.

"Tentunya hal ini merupakan program positif, karena secara umum tujuan pondok pesantren itu salah satunya adalah membimbing calon penerus bangsa menjadi manusia yang berkepribadian Islam yang sanggup dengan ilmunya menjadi Mubaligh Islam dalam masyarakat sekitar melalui melalui ilmu dan amalnya," pungkasnya. (RA)



Bupati Lampung Timur Hadiri Acara Syukuran Atas Diraihnya Juara Umum Pocil Tingkat Propinsi Lampung
  • Bupati Lampung Timur Hadiri Acara Syukuran Atas Diraihnya Juara Umum Pocil Tingkat Propinsi Lampung

    Senin, | 21:04:50 | 824 Kali


  • Diduga Ada Proyek Siluman Tanpa Papan Nama di Jalan Tulang Bawang Kelurahan Yosorejo
  • Diduga Ada Proyek Siluman Tanpa Papan Nama di Jalan Tulang Bawang Kelurahan Yosorejo

    Minggu, | 19:14:37 | 2194 Kali


  • Diduga Pemborong Proyek Drainase di Jalan Satelit Iringmulyo Doyan Makan Besi dan Semen
  • Diduga Pemborong Proyek Drainase di Jalan Satelit Iringmulyo Doyan Makan Besi dan Semen

    Sabtu, | 14:49:38 | 2384 Kali


  • Universitas Muhammadiyah Metro Kembali Hidupkan Program Desa Wisata Bahasa di Desa Banjarrejo
  • Universitas Muhammadiyah Metro Kembali Hidupkan Program Desa Wisata Bahasa di Desa Banjarrejo

    Jumat, | 22:03:33 | 1265 Kali


  • Pelayanan Pembuatan KTP Pencatatan Sipil Jemput Bola Dari Desa
  • Pelayanan Pembuatan KTP Pencatatan Sipil Jemput Bola Dari Desa

    Jumat, | 20:47:26 | 2208 Kali