Baca Juga : Jokowi Atensi Keluhan Masyarakat, Polda Jateng Sigab Bergerak
Lampung Tengah, Kompas Lampung.Com - Pembangunan jalan lapen yang baru-baru ini diresmikan oleh Bupati Lampung Tengah yang terletak di Kampung Liman Benawi, Kecamatan Trimurjo terkesan asal-asalan.
Ketua Ormas Bidik, R. Sentot Ali Basha saat ditemui awak media KompasLampung.Com mengatakan bahwa pekerjaan jalan lapen sepanjang 1.000 m tersebut sangat kental sekali aroma korupsinya, mengingat cara pengerjaan pembangunan jalan sudah tidak memenuhi standar sebagaimana pengerjaan pembangunan jalan, seperti penggunaan material dari batu split semua nampak jelas yang dipergunakan batu sekelas sabes, jadi pada saat pemadatan diwaktu penggilasan bukan menjadi padat melainkan menjadi abu, dengan adanya kondisi yang seperti itu dikala penyiraman aspal tidak melekat dan kelihatan rapuh.
"Ormas Bidik sebagai lembaga sosial kontrol yang bersifat universal dan independensi dengan mengedepankan kepentingan umum, berkaitan dengan kinerja pemerintah dalam penggunaan anggaran negara, apabila disinyalir adanya penyelewengan uang negara yang dilakukan oleh pemerintah maupun rekanannya dalam setiap kegiatan, maka Ormas Bidik tidak segan-segan untuk memberikan teguran," terang Sentot.
"Setidaknya dengan adanya teguran dapat mencegah atau mengurangi akan tingginya nilai rupiah yang dikorupsi," tambah Sentot.
Yang mengherankan menurut Sentot adalah bagaimana mungkin sebuah hasil pekerjaan jalan lapen di Kampung Liman Benawi yang terlihat jelas sangat amburadul justru diterima dan diresmikan oleh orang nomor satu di Lampung Tengah tanpa harus melakukan uji kelayakan terlebih dahulu.
"Ini jalan belum dipergunakan oleh pengguna jalan, materialnya sudah banyak yang berserakan dan mengelupas akibat hujan, bagaimana jadinya kalau jalan tersebut sudah dipergunakan oleh penguna jalan," kata Sentot.
Selaku Ketua Dewan Pimpinan Cabang Kota Metro, Sentot Ali Basya mendesak kepada instansi terkait untuk segera memanggil dan memeriksa rekanan yang melakukan pekerjaan jalan lapen yang terletak di Kampung Liman Benawi ini.
"Jangan seolah-olah Pemerintah tutup mata dan menganggap sudah benar, dengan mengacu pada sebuah perawatan pada akhirnya," tambah Ketua DPC Ormas Kota Metro.
Dari masyarakat dan pamong Desa Liman benawi yang ditemui awak media mengatakan keheranannya terkait pembangunan jalan tersebut, seperti tidak adanya papan proyek lazimnya sebuah proyek.
Hingga berita ini diturunkan, Kadis PU Lampung Tengah belum bisa dikonfirmasi karena no telepon selulernya tidak aktif. (KN)




















