Baca Juga : Kelurahan Purwoasri Wakili Kota Metro dalam Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi
Kompas Lampung.com, Trimurjo - Bantuan sosial beras sejahtera (Rastra) atau lebih dikenal selama ini dengan sebutan beras miskin (Raskin), di Kampung Purwoadi Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), diduga penerima raskin berkurang.
Pasalnya, warga dapat bantuan sebanyak 138 KK dan saat ini hanya 124 warga yang mendapatkan bantuan tersebut. Mariono sebagai kaur kesra di Kampung Purwoadi membenarkan, bahwa penerima PKH dan raskin ada 124 KK dengan jumlah 1 ton beras di tambah telur ayam 750 butir .

Mariono mengatakan, kriteria dan kategori warga miskin itu berdasarkan usulan dari RT ke RW dan baru ke bagian kesra kampung. Kemudian, di setor ke kasi kesra Kecamatan di lanjutkan ke Dinas Sosial Kabupaten baru data tersebut di kirim ke kementrian," ujarnya.
Terlepas ada yang dapat dan ada yang tidak, semuanya keputusan dari kementrian. Pihaknya pernah komplain ke dinas terkait, masih banyak warga yang mendapatkan raskin kebanyak orangnya sudah ada yang meninggal. Namun, datanya masih ada," jelas Mariono kepada Kompas Lampung di kediamannya, Selasa 9 april 2019.
Mariono berharap pada Pemerintah, agar sistim penerimaan beras bagi warga jangan di koordinir lagi oleh pihak pihak tertentu. Karena uang bantuan tersebutkan, kata dia, sudah di kirim ke rekening masing masing warga penerima . Semestinya, biarkan warga belanja sendiri dan kalau di koordinir akan muncul indikasi kebocoran," ungkapnya.
Tempat terpisah, Titin selaku koordinator penyalur beras raskin di Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah mengaku, sedikitnya ada 14 titik untuk pendistribusian dari 14 Kampung sebanyak 25 ton beras untuk 3125 KK miskin di tambah 18.750 butir telur.
Lanjut Titin menambahkan, menerima kiriman beras dan telur dari CV . Mubarokah tempat Bu Asmonah 25 Bantul Kota Metro. Setiap KK menerima, satu karung bread dengan berat 8 kilo gram dan di tambah 6 butir telur," jelasnya. (Suhadin).


Mariono sebagai kaur kesra di Kampung Purwodadi saat berikan keterangan kepada Kompas Lampung. 

















