Baca Juga : Kegiatan Open Turnamen Bola Voli Musa Ahmad Cup Pertama Th 2022, Secara Resmi Ditutup Bupati Lamteng
Malang, Kompas Lampung.Com - Pertandingan lanjutan liga 1 Indonesia antara Persebaya Surabaya vs Arema FC ternoda dengan ulah supporter tuan rumah. Supporter tuan rumah mengamuk tak terkendali usai laga di Stadion Kanjuruhan Malang.
Supporter Arema FC mengamuk karena kecewa dengan kekalahan timnya 2-3 dari Persebaya Surabaya, Sabtu 1 Oktober 2022 malam. Mereka merasa kecewa dengan hasil yang dicapai hingga membuat Arema FC harus berada di urutan 10 di bawah Persebaya Surabaya.
Dalam liga ini tidak dihadiri oleh suporter Persebaya Surabaya karena untuk menghindari bentrokan pendukung kedua tim.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, insiden ini diawali dengan masuknya dua supporter ke dalam lapangan, yang diikuti oleh ribuan fans lainnya situasi tidak terkendali.
Para pemain Persebaya langsung menuju ruang ganti untuk dievakuasi dari stadion.
Polisi selanjutnya melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan ribuan supporter yang berada di lapangan, dilaporkan ada pula gas air mata yang ditembakkan ke arah Tribun penonton yang membuat pendukung kocar-kacir.
Akibatnya puluhan supporter dilaporkan pingsan bahkan kabar simpang siur menyebutkan beberapa diantaranya dikabarkan meninggal dunia.
Para korban yang pingsan dan luka-luka ini sempat dikumpulkan di lapangan setelah asap gas air mata hilang dan selanjutnya dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari panitia pelaksana pertandingan liga 1.

Berdasarkan laporan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Niko Afina dalam konferensi pers di Malang Minggu 2 Oktober 2022 dini hari, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 127 orang, sementara korban luka-luka mencapai 180 orang.
Dengan jumlah korban sebanyak ini, tragedi Kajuruhan pada Sabtu (02/10/2022) dipastikan jadi tragedi sepak bola paling pilu di Indonesia.

Sementara berdasarkan tayangan sejumlah televisi terlihat dua kendaraan milik kepolisian dirusak 2 diantaranya terlihat dalam posisi terguling di tepi lapangan. Kendaraan polisi yang sedang melintas pun terlihat ditimpuki massa.
Kerusuhan supporter ini merupakan yang kedua kalinya terjadi di liga 1 (2022-2023), sebelumnya supporter Persebaya Surabaya mengamuk karena Persebaya menelan tiga kekalahan beruntun. Namun aksi kerusuhan itu tidak separah dibandingkan yang terjadi pada Sabtu malam.
Komite disiplin PSSI telah memberikan sanksi kepada Persebaya berupa lima pertandingan tanpa kehadiran penonton.
Dalam akun resmi PSSI menyampaikan turut berduka cita atas korban meninggal dalam peristiwa berdarah itu.
"Turut berduka cita atas kejadian yang menimpa pecinta sepak bola tanah air di stadion Kanjuruhan Malang," tulis PSSI dalam keterangan resminya Minggu 2 Oktober 2022.
Merespon kejadian ini, PT LIB memutuskan untuk menghentikan liga 1 (2022 - 2023) selama sepekan.
"Ini prihatin dan sangat menyesalkan peristiwa tersebut," kata Direktur PT LIB Ahmad Hadian Lukita 2 Oktober 2022.
"Kami ikut berduka cita dan semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua keputusan tersebut kami umumkan setelah kami mendapatkan arahan dari ketua umum PSSI, ini kami lakukan untuk menghormati semuanya dan sambil menunggu proses investigasi dari PSSI," tambah Ahmad . (Rilis/PJS/KN)




















