Baca Juga : Kapolres Tanggamus Bersama Dandim 0424 Silaturahmi ke MUI dan FKUB
Kompas Lampung.com, Jakarta - Kesalahan yang dilakukan KPU menjadi sorotan serta viral di media sosial, dan fotonya turut disebarkan akun Twitter resmi Partai Gerindra. Pasalnya, suara Jokowi-Ma'ruf naik menjadi 180, untuk Prabowo-Sandiaga menyusut jadi 56 suara.
Kasus ini terjadi di TPS 093, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Data suara Prabowo di Kota Dumai Provinsi Riau dalam scan C1 yang diunggah, suara Jokowi-Ma'ruf 47, sementara Prabowo-Sandiaga 162 suara.

Diketahui, ada data yang tidak akurat antara form C1 yang diunggah dengan input penghitungan suara yang dilakukan di website KPU. Terkait hal itu, Komisioner KPU, Evi Novida Ginting Manik mengakui, ada kesalahan proses input data. Dimana, data yang diinput dan diunggah dari C1 salah alamat.
"Ada kesalahan kirim alamat Kelurahan. Sama-sama nomor TPS 93, tapi beda kelurahan. Kemudian, data yang diinput ternyata berasal dari Kelurahan Cipinang Cempedak. Sementara itu, unggahan form C1 berasal dari Bidara Cina," jelasnya.
Evi juga menjelaskan, bahwa proses scan form C1 dari TPS hingga diunggah ke website KPU. Seluruh C1 dibawa oleh petugas di TPS ke KPU tingkat kabupaten/kota. Setelah itu, barulah petugas KPU di daerah yang mengunggahnya.
Menurutnya, C1 dari TPS dikumpulkan oleh PPS dan PPK kemudian diserahkan kepada KPU Kabupaten/Kota untuk discan dan entry dan dikirim ke KPU. Agar kesalahan input data tidak terulang, Evi mengimbau kepada seluruh jajaran KPU tingkat kabupaten dan kota lebih hati-hati dan teliti," pungkasnya.


Tempat terpisah Ketua KPU Dumai, Darwis melalui pernyataan tertulis menjelaskan, kesalahan input dilakukan operator Situng KPU Dumai pada pukul 11.00 WIB. Ketidaksesuaian antara data diinput petugas dan formulir C1 diketahui pukul 22.54 WIB, karena mendapat informasi dari media sosial.
"Setelah dapat informasi, langsung dilakukan pengecekan data diinput dan disandingkan dengan C 1 diterima, ternyata benar ada kekeliruan, karena TPS 10 perolehan suara sah pasangan nomor urut 02 harusnya 141, tapi terinput 41 suara," jelas Darwis.
Kesalahan input, juga ditemukan dalam data satu TPS di Jakarta Timur. Kesalahan itu juga sempat disebar akun Twitter Gerindra. Berdasarkan pantauan Kompas Lampung, kesalahan itu juga telah diperbaiki oleh KPU.
Partai Gerindra sendiri, via Twitter mengatakan, telah melihat perbaikan yang dilakukan oleh KPU. "Terakhir di cek, data ini sudah diinput ulang oleh KPU, dan sudah sesuai. Tetap kawal terus jalannya penghitungan suara. Jangan beri celah untuk segala bentuk kesalahan dan kecurangan," tulis Gerindra. (*)


Ketua KPU Dumai Darwis 



3.jpg)








.jpg)




