Baca Juga : Penerimaan Raskin Rawan Penyimpangan, Diduga Jumlah Bantuan di Kampung Purwoadi Berkurang
Kompas Lampung.com, Metro -Berawal dari pemberitaan di medsos, sedikitnya ada 18 warga miskin di dua Kelurahan, yaitu Ganjar Asri dan Ganjar Agung Kecamatan Metro Barat Kota Metro yang rata - rata hidup di bawah garis kemiskinan dan serba kekurangan.
Pasalnya, sampai hari ini belum tersentuh oleh pemerintah khususnya tentang program bantuan raskin ataupun program yang lainya. Hal ini terungkap adanya keluhan warga yang bernama Sarah, warga RT 10 RW 02 Ganjar Asri Kecamatan Metro Barat Kota Metro.
Menurutnya, di tahun 2005 tercatat sebagai penerima raskin namun di tahun 2012 di hentikan oleh petugas dengan alasan yang tidak jelas," ujar Saroh kepada Kompas Lampung.
Hasil pantauan dan survey di lapangan, bahwa untuk mendata dan mencari orang tergolong miskin sulit namun begitu wartawan melakukan investigasi di 2 kelurahan ada 18 KK yang masih belum mendapat perhatian dari pemerintah terkait program rastra dan raskin.
Sedikitnya ada 8 orang yang di usulkan, dan 4 orang sudah di daftarkan ke basis data terpadu atau DBT, agar tahun depan bila ada program bansos maka ke 4 orang warga miskin akan di prioritaskan," jelas didik selaku TKSK tenaga kesejahteraan sosial Kecamatan di kediamannya, Selasa 10 April 2019.
Keempat warga miskin dan sudah di usulkan ke DBT di antaranya, sarah, irawan , Bambang Supriyanto dan Mukidi. Sesuai tugas pokok dan fungsinya TKSK, adalah salah satunya kemitraan dengan pihak Kecamatan bidang sosial, pendampingan dan pengawasan dalam penyaluran beras raskin," jelasnya.
Ke empat warga miskin tersebut mengucapkan banyak terimakasih pada pemerintah, atas rencana mendapatkan program bansos di tahun mendatang.
Sekretaris Kecamatan Metro Barat Triyono membenarkan, bahwa atas pemberitaan kemarin terkait ada warga miskin tidak dapat bantuan PKH dan raskin, pihaknya sudah memanggil bagian TKSK Kecamatan untuk segera mendatangi dan mendaftarkan warga yang belum dapat bansos. Menurutnya, ada beberapa orang yang sudah di data dan di daftarkan lagi ke DBT agar tahun mendatang menjadi prioritas ," pungkasnya. (Din)




















