Baca Juga : Mutasi Jabatan, Walikota Metro Lantik 5 Pejabat Eselon II
Kompas Lampung.com, Metro - Dinas Pariwisata Seni dan Budaya (Disparsebud) Kota Metro, menggelar pemilihan Muli Mekhanai Kota Metro Tahun 2019 yang Berlangsung Di LEC Kartikatama Kota Metro, Kamis 25 April 2019.
Kepala Disparsebud Kota Metro Yeri Ehwan melaporkan, kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 22-25 April 2019. Kegiatannya pun berupa pembinaan dan wawancara, pembekalan kepada seluruh peserta, serta grand final akan berlangsung pada tanggal 28 April 2019 di Wisma Haji Al-Khairiyah Metro.
“Peserta terdiri dari 17 muli dan 17 mekhanai. Dari pada itu, para pemenang pun akan dijadikan duta pariwisata di Kota Metro, dengan harapan para peserta dapat memiliki wawasan yang dapat membawa citra wisata di Kota Metro yang lebih baik lagi,” jelasnya.

“Diharapkan kepada para finalis yang nantinya terpilih menjadi juara, untuk dapat senantiasa mempromosikan berbagai potensi seni dan budaya serta kepariwisataan yang dimiliki Kota Metro, agar dapat lebih dikenal lagi secara luas. Selain itu, kepada para juara nantinya diharapkan untuk bisa bersaing baik ditingkat Provinsi maupun Nasional, demi harumnya nama baik Kota Metro,” harapnya.
Yeri Ehwan menambahkan, ajang pemilihan Muli Mekhanai ini memiliki tujuan yang sangat positif, yakni mencari generasi muda yang memiliki talenta soal seni budaya dan pariwisata, serta wawasan yang luas untuk menunjang pengembangan sektor pariwisata di Kota Metro ini.
“Kepada finalis yang nantinya berhasil menjadi Muli-Mekhanai terbaik di Kota Metro, diharapkan dapat berperan aktif dalam mempromosikan sektor pariwisata. Sebab, dengan menyandang gelar Muli-Mekhanai terbaik secara otomatis mereka juga (Muli-Mekhanai, red) memiliki peranan penting dalam memajukan dunia pariwisata di Kota Metro Propinsi Lampung,” ungkapnya.
Pada kesempatannya, Staf Ahli Bidang III Kota Metro Agustin berpesan bahwa para peserta muli mekhanai harus memiliki kemampuan dan kualitas pribadi yang memadai, terutama dalam bidang seni, paham dengan budaya Lampung serta mampu berbahasa asing baik lisan maupun tertulis. “Pemilihan ini, merupakan wadah generasi muda dalam melestarikan budaya Lampung, sehingga para finalis harus memenuhi syarat,” tutupnya. (*)



2.jpg)
















