Hendak Ambil Ijazah Yang Ditahan Sekolah, Kata SD Negeri Terbanggi Agung Bilang Ijazahnya Tidak Ada

Jumat, 18 Nov 2022 | 11:32:41 WIB, Dilihat 1114 Kali

Oleh Redaksi Kompas Lampung

Share on Facebook Share on Twitter

Hendak Ambil Ijazah Yang Ditahan Sekolah, Kata SD Negeri Terbanggi Agung Bilang Ijazahnya Tidak Ada

Baca Juga : Diduga Kepala Desa Banarjoyo Gelapkan Dana PKTD Revitalisasi Tersier


Lampung Tengah, KompasLampung.Com - Salah satu orang tua siswa SD Negeri Terbanggi Agung kaget, ketika hendak mengambil ijazah anaknya yang tertahan dari tahun 2020 yang lalu, ternyata tidak ditemukan di sekolah tersebut.

Berawal sekitar bulan September 2022, Sahrudin selaku orang tua siswa SD Negeri Terbanggi Agung yang ingin mengambil ijazah anaknya yang lulus tahun 2020 dan masih tertahan di sekolah tersebut dikarenakan belum bisa membayar uang komite dan kenang-kenangan kelulusan untuk sekolah sebesar Rp 160.000,- (seratus enam puluh ribu rupiah). 

Sahrudin mengatakan saat itu bertemu dengan salah satu guru yang bernama Ulfa. Setelah dicari-cari oleh guru tersebut di sekolah ternyata ijazah tersebut tidak ditemukan, lalu guru tersebut mengatakan akan konfirmasi dulu kepada Kepala Sekolah yang lama.

“Sabar ya pak, kita sudah cari ternyata tidak ketemu, nanti kami konfirmasi dulu ke Wali Kelas dan Kepala Sekolah yang lama, karena Wali Kelas dan Kepala Sekolah yang lama saat ini sudah pindah tugas menjadi Kepala Sekolah di tempat lain,” kata Ulfa kepada Sahrudin.

Masih kata Ulfa, setelah kejadian itu dirinya langsung menghubungi Sadiyo selaku Kepala Sekolah yang lama, dan Sadiyo mengatakan nanti akan dicari ijazahnya. 

Beberapa kali orang tua siswa menanyakan ke pihak sekolah, dan selalu jawabannya belum ketemu dan disuruh bersabar.

Merasa disepelekan oleh pihak sekolah, Sahrudin menceritakan kepada awak media Kompas Lampung mengenai kejadian hilangnya ijazah anaknya di SD Negeri Terbanggi Agung tersebut.

Setelah itu, pada Kamis (17/11/2022) awak media Kompas Lampung melakukan konfirmasi ke SD Negeri Terbanggi Agung dan bertemu dengan Esti Gunarti selaku Kepala Sekolah SD Negeri Terbanggi Agung.

Saat ditemui Kompas Lampung, Esti berusaha mencari-cari dan tidak menemukan ijazah itu di sekolahnya, disampaikannya kemungkinan ijazah tersebut ada di Wali Kelas atau Kepala Sekolah yang lama. Lalu ia mengatakan jika ternyata tidak ketemu, kalau ada fotocopy nya nanti akan dibantu buat surat kehilangan di Kepolisian, tapi sayangnya fotocopy ijazah nya itu juga tidak ada di sekolah.

Merasa ada yang janggal kenapa ijazah siswa tidak ada di sekolah, awak media Kompas Lampung menemui Heryawati selaku Wali Kelas yang lama untuk meminta klarifikasi, saat ditemui di SD Negeri Terbanggi Subing, dikatakan oleh guru di sekolah tersebut, bahwa Bu Heryawati sedang keluar.

Kemudian Kompas Lampung menemui Sadiyo selaku Kepala Sekolah lama, dirinya mengatakan waktu itu ijazahnya yang bawa Wali Kelas.

“Waktu itu yang ngurus ijazah Wali Kelas nya mas, saya nggak pegang kemungkinan ada di Bu Heryawati,” jelasnya seolah ingin lepas tanggung jawab.

Dikatakan awak media Kompas Lampung, jika sampai ditahan atau bahkan hilang ijazah tersebut dirinya bisa terkena sanksi pidana. Lalu awak media Kompas Lampung meminta Pak Sadiyo untuk mencari kembali, jangan malah melempar tanggung jawab kepada orang lain.

Esok harinya, Jumat (18/11/2022), Sadiyo mengabarkan kalau ijazahnya ketemu di lemari rumah nya. Dan saat ini sudah dikembalikan ke SD Negeri Terbanggi Agung.

Mendapat kabar tersebut, awak media langsung menuju ke SD Negeri Terbanggi Agung untuk memastikan kebenaran berita tersebut, dan disambut oleh Bu Ulfa dan Pak Sadiyo, saat itu Bu Esti Gunarti sedang tidak berada di sekolah.

Kepada awak media Kompas Lampung, Sadiyo terkesan berbelit-belit dan terus mencari pembenaran. Jika tidak terus didesak, ijazah yang merupakan hak siswa tersebut mungkin saja tidak akan ditemukan.

Kepada Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Lampung Tengah dan juga Inspektorat Kabupaten Lampung Tengah agar dapat memberikan teguran dan juga himbauan kepada Sadiyo khususnya dan juga seluruh Kepala Sekolah di Kabupaten Lampung Tengah agar tidak lagi menahan ijazah siswa yang telah lulus dengan alasan belum melunasi uang komite atau biaya kenang-kenangan untuk sekolah. (Manto)



Diduga Kepala Desa Banarjoyo Gelapkan Dana PKTD Revitalisasi Tersier
  • Diduga Kepala Desa Banarjoyo Gelapkan Dana PKTD Revitalisasi Tersier

    Jumat, | 09:26:11 | 1016 Kali


  • Mantan Walikota Bandarlampung Herman HN Diperiksa KPK
  • Mantan Walikota Bandarlampung Herman HN Diperiksa KPK

    Jumat, | 06:10:50 | 128 Kali


  • Bupati Dawam Terima Kunjungan Dirjen SDA Kementerian PUPR Terkait Pembangunan Bendungan Marga Tiga
  • Bupati Dawam Terima Kunjungan Dirjen SDA Kementerian PUPR Terkait Pembangunan Bendungan Marga Tiga

    Kamis, | 18:57:08 | 84 Kali


  • Bupati Lampung  Timur Hadiri Acara Halaqoh Fiqih Peradaban di Pondok Pesantren Fattah Way Bungur
  • Bupati Lampung Timur Hadiri Acara Halaqoh Fiqih Peradaban di Pondok Pesantren Fattah Way Bungur

    Kamis, | 18:46:41 | 54 Kali


  • Diduga Kades Banarjoyo Monopoli Dana Pembangunan Talud P3A di Dusun 4
  • Diduga Kades Banarjoyo Monopoli Dana Pembangunan Talud P3A di Dusun 4

    Senin, | 09:29:44 | 113 Kali