Idul Adha 1442 Hijriyah, Desa Banjar Rejo Besok Potong 80 Ekor Sapi Kurban

Senin, 19 Jul 2021 | 21:50:20 WIB, Dilihat 86 Kali

Oleh Redaksi Kompas Lampung

Share on Facebook Share on Twitter

Idul Adha 1442 Hijriyah, Desa Banjar Rejo Besok Potong 80 Ekor Sapi Kurban

Baca Juga : Warga Keluhkan Buat AJB, Diduga Oknum ASN Punggut Biaya


BATANG HARI, Kompas Lampung.com - Kepala Desa Banjar Rejo Kecamatan Batang Hari Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), Hi. SG Puspito, S.IP mengatakan, ada sebanyak 80 ekor sapi dan 34 ekor kambing yang dijadikan kurban saat Idul Adha 1442 Hijriyah.

 

Menurutnya, delapan puluh ekor hewan kurban itu dari delapan Dusun di bagi 10 Musola dan Masjid. Penyembelihan hewan kurban pada hari Iduladha ini, difokuskan dengan memperhatikan protokol Covid-19. Daging kurban yang telah dicacah lantas didistribusikan untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat dan warga kurang mampu," kata Puspito kepada media ini, Senin 19 Juli 2021 di selah kegiatannya di lapangan Banjar Rejo.

 

Lebih lanjut Puspito mengaku, sangat mengapresiasi masyarakat yang berkurban hewan kurban saat perayaan hari besar keagamaan tersebut. Semangat kebersamaan dan berbagi ini diharapkan semakin berkembang, sesuai dengan ajaran agama Islam, untuk mau berkurban.

 

“Semangat untuk berkurban ini merupakan perintah Allah. Masyarakat yang melakukan ini, akan selalu diingat dan mendapatkan doa sampai akhir zaman. Ini merupakan nikmat kebersamaan dan persamaan selain memberikan persatuan," ujarnya.

 

Masih dikatakan Puspito, bahwa Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk berkurban di Hari Raya Idul Adha. Terdapat sejumlah syarat kurban di Idul Adha sesuai syariat Islam, yakni syarat orang yang berkurban, syarat hewan kurban, dan syarat pembagian daging kurban.

 

Perintah berkurban terdapat dalam sejumlah ayat di Al-Qur'an, salah satunya Surat Al-Kautsar ayat 2 yang artinya, yaitu maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)," jelas Kepala Desa Banjar Rejo, Puspito yang juga di kenal sebagai Ustaz di Desanya tersebut.

 

Masih menurut Puspito menyebutkan, tradisi berkurban pada hakikatnya memiliki potensi dan manfaat yang besar, terutama di masa-masa sulit saat pandemic Covid-19 ini. Dengan berkurban, masyarakat yang kurang mampu akan tercukupi kebutuhan pangennya, utamanya daging sapi atau kambing.

 

"Kurban selain merupakan ibadah ritual, tapi juga menjadi pranata ekonomi, mengingat pandemi berdampak pada meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran. Sehingga, melalui kurban akan dapat membantu masyarakat khususnya kurang mampu dan sebagai bantalan, baik dari pemerintah Desa Banjar Rejo atau lembaga zakat," tutup Puspito. (Zul)

 

Editor : Purwadi



Warga Keluhkan Buat AJB, Diduga Oknum ASN Punggut Biaya
  • Warga Keluhkan Buat AJB, Diduga Oknum ASN Punggut Biaya

    Jumat, | 18:28:13 | 298 Kali


  • Ketua PN Indramayu Melakukan MOU Dengan DPC PJI Indramayu
  • Ketua PN Indramayu Melakukan MOU Dengan DPC PJI Indramayu

    Rabu, | 21:23:15 | 199 Kali


  • Musa Ahmad Lakukan Sidak Ke Inspektorat Lamteng
  • Musa Ahmad Lakukan Sidak Ke Inspektorat Lamteng

    Rabu, | 14:18:49 | 278 Kali


  • Bupati Lamteng Bagikan Secara Simbolis Kendaraan Dinas Roda Dua
  • Bupati Lamteng Bagikan Secara Simbolis Kendaraan Dinas Roda Dua

    Rabu, | 14:11:11 | 148 Kali


  • Pemerintah Kota Metro Menyalurkan Bantuan Sosial Lansia Untuk 240 Orang
  • Pemerintah Kota Metro Menyalurkan Bantuan Sosial Lansia Untuk 240 Orang

    Rabu, | 14:04:19 | 222 Kali