Ustad Abdul Somad (UAS) : Lafaz Takbiran & Artinya Serta Hukumnya Minta Maaf Saat Idul Fitri

Selasa, 04 Jun 2019 | 22:11:38 WIB, Dilihat 3467 Kali

Oleh Redaksi Kompas Lampung

Share on Facebook Share on Twitter

Ustad Abdul Somad (UAS) : Lafaz Takbiran & Artinya Serta Hukumnya Minta Maaf Saat Idul Fitri Rumah Ustadz Abdul Somad

Baca Juga : Hasil Sidang Isbat : 1 Syawal 1440 H Jatuh Pada 5 Juni 2019


Kompas Lampung.Com - Lafaz Takbiran & Artinya, ini Hukumnya Minta Maaf Saat Idul Fitri Menurut Ustad Abdul Somad (UAS).

Hari Raya Idul Fitri adalah saat di mana umat muslim merayakan kemenangannya karena telah menahan lapar, dahaga, hingga nafsu selama bulan Ramadhan.

Kemenangan umat muslim di Idul Fitri tersebut ditandai dengan berkumandangnya takbir puji-pujian kepada Allah SWT.

Lalu seperti apa seharusnya umat muslim 'merayakan' malam takbiran?

Dari ceramah UAS, bertakbir di malam Idul Fitri atau Idul Adha merupakan perintah Allah SWT langsung dari Alquran.

"Bertakbir itu bukan acara seremonial dari pemerintah. Itu perintah Allah langsung. Maka bertakbirlah," ujar Ustadz Abdul Somad

Orang bertakbir itu pun tidak hanya sekadar di bibir saja.

"Berlinang air mata ketika bertakbir. Bahwa kita tak hanya mengingat Allah, tapi juga ungkapan kesedihan ketika akan meninggalkan bulan suci Ramadan," jelasnya.

Satu hal yang ingin UAS luruskan adalah pikiran bahwa melakukan takbiran adalah di masjid.

"Ini tak betul, takbir bisa di mana-mana," kata ustadz tersebut.

"Ummar bin Khatab pernah bertakbir di pasar, sampai hampir terangkat itu pasar," tambahnya.

Karenanya tidak ada alasan bagi umat muslim utuk tidak ikut bertakbir karena takbir bisa dilakukan di mana saja.

"Ibu-ibu bisa sambil masukkan kue kering ke toples sambil takbir. Yang masak opor ayam, ketupat. Ucapkan Allahu akbar Allahu akbar, Allahu akbar wa lillahilham," ujar Ustadz Abdul Somad mencontohkan.

Namun ada hal yang membuat Ustadz merasa prihatin pada makna takbiran umat muslim jaman sekarang.

Banyak pemuda yang melakukan takbiran sambil berkeliling, konvoi, bahkan menyalakan petasan atau musik.

Hal tersebut sama sekali tidak ada di dalam ajaran agama Islam.

"Ini bukan malam tahun baru, bukan acara perayaan agama lain, ini malam Idul Fitri. Tak betul ada yang begitu," paparnya.

Ustadz Abdul Somad juga menjelaskan tentang bagaimana umat muslim harusnya melaksanakan shalat Idul Fitri bagi perempuan yang sedang berhalangan.

Lalu bagaimana dengan perempuan yang sedang haid? apakah wanita haid boleh ikut ke masjid atau ke lapangan?

Perempuan yang sedang berhalangan, hendaklah tetap dibawa ke lokasi shalat Ied.

"Kami diperintahkan mengeluarkan perempuan yang sedang berhalangan keluar (ke lokasi shalat Ied) tetapi tidak diminta sholat," ucap UAS membacakan hadist tentang anjuran tersebut.

"Untuk apa? Mendengar khutbah," lanjutnya.

Karenanya, Ustadz Abdul Somad juga menganjurkan pada para pengkhotib agar bersuara lantang serta menyampaikan khutbah dengan semangat.

"Itulah kesempatan emas dia mendengarkan syiar," ungkap Ustadz Abdul Somad.

Dilanjutkan UAS, orang yang selama ini bahkan jarang ke masjid, Idul Fitri dia mungkin saja datang ke mesjid. Orang yang sibuk bekerja datang saat shalat Ied.

"Tujuan shalat ied itu untuk mendengarkan khutbah, kalau cuma shalat dua rakaat pun bisa," terang UAS.

Lebih lanjut, Ustadz Abdul Somad juga menerangkan tata cara pergi ke masjid atau lapangan yang dijadikan lokasi shalat Ied.

"Pulang perginya pun ada caranya, datang dari jalan A, pulangnya lewat jalan B. Supaya apa?

Supaya pas di jalan ketemu teman lama, tetangga, tetangga jauh, kenalan istri, kenalan suami, mertua, siapapun... di sapa, minta maaf, lahir batin," ujar UAS

"Itu kan do'a, minal aidin semoga kita kembali kepada kefitrahan, wal faidzin, dan termasuk orang-orang yang menang melawan hawa nafsu," lanjutnya.

Lalu kenapa minta maaf waktu Idul Fitri?

"Tak ada dalil minta maaf saat Idul Fitri, tapi saat itu hati-hati umat muslim sedang menunduk. Habis dengar tausyiah, saat itulah kita masuk. Nanti kalau beku bahaya," tutup UStadz Abdul Somad. (Int)



Hasil Sidang Isbat : 1 Syawal 1440 H Jatuh Pada 5 Juni 2019
  • Hasil Sidang Isbat : 1 Syawal 1440 H Jatuh Pada 5 Juni 2019

    Senin, | 21:15:04 | 1997 Kali


  • Sidang Isbat Digelar Sore Ini Tentukan Hari Raya Idul Fitri
  • Sidang Isbat Digelar Sore Ini Tentukan Hari Raya Idul Fitri

    Senin, | 15:01:31 | 1674 Kali


  • Mendagri Mensinyalir Terjadi Penyelundupan Pejabat di Pemprov Lampung
  • Mendagri Mensinyalir Terjadi Penyelundupan Pejabat di Pemprov Lampung

    Minggu, | 15:24:03 | 1734 Kali


  • Pakai GPS, Ratusan Pemudik Kesasar Di Lampung Utara
  • Pakai GPS, Ratusan Pemudik Kesasar Di Lampung Utara

    Minggu, | 07:33:23 | 1829 Kali


  • Indonesia Berduka, Ibu Ani Yudhoyono Tutup Usia
  • Indonesia Berduka, Ibu Ani Yudhoyono Tutup Usia

    Sabtu, | 13:12:08 | 1990 Kali